Pengertian Sholat Lailatul Qodar, Hukum, Syarat, Rukun, dan Tata Caranya

Diposting pada
Rate this post

Sholat Lailatul Qodar Adalah

Lailatul Qodar sering disebut dengan malam seribu malam. Pasalnya, malam itu adalah malam paling istimewa sekaliguas pesial yang hanya muncul satu kali dalam satu tahun. Pada malam itu juga ada amalan shalat yang dianjurkan, salah satu dinataranya adalah sholat lailatul Qodar. Oleh karena itulah pada artikel ini akan mengulas tentang definisi sholat lailatul qodar, hukum, syarat, rukun, dan tata pelaksanaanya.

Sholat Lailatul Qodar

Kata qodar yang menjadi salah satu kata dalam frasa lailatul qodar memiliki tiga makna. Makna pertama adalah makna ketetapan. Hal ini dikaitkan dengan ayat 3 pada Surat Ad Dukhon.

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ

 [الدخان/3]

Alasannya, pada malam tersebut, Quran diturunkan. Pada malam itu juga ketetapan-ketetapan terkait ajaran Islam dan hal-hal yang membawa manusia pada kebaikan diturunkan oleh Allah.

Makna kedua dari Qodar adalah mulia. Hal ini seperti yang terdapat dalam ayat 91 Surat Al An’am. Lafad qodaro yang ada pada ayat tentang orang musrik tersebut bermakna mulia. Mereka tidak memuliakan allah dengan kemulian yang dihaqqi oleh Allah. Bunyinya adalah:

وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ

 [الأنعام/91]

Makna ketiga dari qodaro adalah sempit. Hal ini seperti yang kata qodaro yang ada pada ayat 26 Surat ar Ro’du. Bunyi ayatnya adalah:

اللَّهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ

 [الرعد/26]

Dari arti-arti tersebut, memang yang paling sering dilekatkan pada kata qodar adalah mulia. Dan dengan demikian, Lailatul Qodar diartikan dengan malam kemulian. Atau bisa juga diartikan malam penetapan, mengingat arti qodar adalah ketetapan. Atau bisa diartikan dengan malam yang menyempitkan karena banyaknya malaikat turun ke langit bumi.

Pengertian Sholat Lailatul Qodar

Sholat sunnah lailatul qodar adalah shalat malam yang dilaksanakan pada malam Lailatul Qadar. Jika kemudian ada pertanyaan susulan, kapan tepatnya Lailatul Qodar itu, ulama hanya bisa mengira-kirakan saja. Sebab ada banyak pendapat terkait kapan tanggal tepatnya Lailatul Qodar.

Karena malam lailatul qodar itu disembunyikan, disarankan untuk menjaring lailatul qodar dengan memperbanyak amalan selama malam bulan ramadlan. Jika ini dilakukan, sudah pasti Anda akan menemui malam lailatul qodar.

Hukum Sholat Lailatul Qodar

Sholat Lailatul Qodar dianjurkan oleh Nabi. Anjuran tersebut ada pada hadits yang ditulis dalam Kitab Shohih Bukhari. Bunyi haditsnya adalah sebagai berikut:

حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ أَبِى سَلَمَةَ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ – رضى الله عنه – عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ ، وَمَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Hadits tersebut bukan tentang anjuran Shalat Tarawih yang juga merupakan sholat sunnah. Hadits tentang anjuran sholat Tarawih lain lagi. Jadi shalat sunnah yang dilakukan pada malam lailatul qodar ini lebih khusus lagi.

Syarat Sholat Lailatul Qodar

Seperti kebanyakan sholat yang dilaksanakan oleh umat Muslimdalam rukun Islam, Sholat Lailatul Qodar memiliki syarat sah. Tentu saja, dengan berkurangnya syarat sah tersebut, sholat yang dilakukan menjadi tidak berguna. Sebab, perkara sah tidaknya sholat sangat tergantung dengan terpenuhi atau tidak syarat-syaratnya. Berbeda dengan diterima atau tidak sholat seseorang yang digantungkan pada kekhusyukan pelakunya.

Apa saja syarat sah sholat? Berikut ini rinciannya.

  • Tidak berhadats, baik hadats kecil ataupun hadats besar. Hadats kecil bisa dihilangkan dengan wudlu. Sedang hadats besar bisa dihilangkan dengan mandi besar.
  • Baik badan, baju, serta tempat yang digunakan, bebas dari najis. Jenis najis sendiri ada tiga macam dengan cara berbeda untuk mensucikan. Itu sebabnya, pengetahuan tentang najis, macam, dan cara mensucikan amat diperlukan dalam hal ini.
  • Menutup aurat. Aurat dalam sholat dan aurat dalam keseharian bagi perempuan berbeda. Jika dalam keseharian, punggung telapak tangan tidak ditutupi, dalam sholat justru harus ditutup. Pasalnya, aurat dalam sholat bagi perempuan adalah seluruh tubuh kecuali bagian dalam telapak tangan serta wajah. Aurat laki-laki lebih sedikit, hanya bagian antara lutut sampai pusar.
  • Masuk waktu sholat. Masuk waktu sholat di sini tentu adalah waktu malam. Maksudnya, Sholat Lailatul Qodar adalah bagian dari sholat malam. Waktunya setelah sholat isyak sampai masuk waktu subuh. Akan berbeda jadinya jika sholat ini dilaksanakan pada waktu lain.
  • Menghadap kiblat atau ka’bah. Jika tidak bisa melihat ka’bah, tentu arahnya saja yang harus diperhatikan. Hal ini bisa dengan mencari tahu sudut kemiringan, lalu menggunakan bantuan kompas.
  • Mengetahui cara melakukan sholat. Adalah hal yang lumrah ketika melaksanakan sesuatu, seseorang harus mengetahui dulu cara melakukannya. Demikian juga dengan sholat. Karena itu, hal ini menjadi bagian dari syarat sah melakukan sholat.

Penjelasan syarat sholat di atas tentu sudah cukup lengkap. Tentu hal yang tidak kalah penting adalah melaksanakan sholat sunnah tersebut, mengingat banyaknya keutamaan sholat tersebut.

Memang, tidak hanya sholat saja yang menjadi amalan pada malam lailatul qodar. Seperti i’tikaf di masjid dan memperbanyak doa adalah juga hal yang dianjurkan. Namun demikian, salah satu hal yang dianjurkan untuk menjadi amalan malam lailatul qodar adalah sholat. Karena itu tidak ada salahnya, Anda paham dan mengerti hal-hal terkait dengan Sholat Lailatul Qodar.

Rukun dan Tata Cara Sholat Lailatul Qodar

Terkait rukun, sebenarnya Sholat Lailatul Qodar tidak memiliki hal yang berbeda dengan rukun sholat yang lain. Sholat sunnah malam ini memiliki niat yang disuarakan dalam hati bersamaan dengan takbirotul ihram. Selanjutnya, rukun demi rukun sholat dilaksanakan. Baru setelah rokaat sesuai, sholat ditutup dengan salam. Jika ditulis, total rukun sholat tersebut ada 13.

Namun demikian, ada satu hadits yang menyebut cara khusus untuk melaksanakan Sholat Lailatul Qodar. Cara khusus tersebut dengan menambah bacaan tertentu atau anjuran bacaan tertentu yang harus dibaca pada rukun sholat.

Jadi, rukun sholat yang biasa dijelaskan dalam bab sholat tetap dilaksanakan, tetapi dengan ditambah bacaan atau surat tertentu.

Hadits yang menjelaskan hal itu adalah hadits riwayat Ibnu Abbas. Hadits tersebut dicantumkan dalam Durrotu an Nashihin. Bunyi haditsnya adalah sebagai berikut:

عن ابن عباس عن النبي عليه الصلاة والسلام. انه قال: من صلى في ليلة القدر ركعتين، يقرا في كل ركعة بفاتحة الكتاب مرة والاخلاص سبع مرات فاذا سلم يقول استغفر الله واتوب اليه سبعين مرة فلا يقوم من مقامه حتى يغفر الله له ولابويه ويبعث الله تعالى ملاءكة الى الجنان يغرسون له الاشجار ويبنون القصور ويجرون الانهار ولا يخرج من الدنيا حتي يرى ذلك كله

Maksudnya, merunut hadits tersebut, tata cara pelaksanaan bacaan dalam Sholat Lailatul Qodar adalah dengan:

  • Membaca niat. Niat itu tentu niat Sholat Sunnah Lailatul Qodar. Bacaan niatnya bisa dengan lafadz berikut:

اُصَلِّي سنة ليلة القدر ركعتين لله تعالى

  • Takbirotul ihram dan membaca doa iftitah. Doa iftitah adalah perkara sunnah yang dianjurkan dibaca dalam sholat dan tidak termasuk rukun.
  • Membaca Fatihah. Ini adalah bagian dari rukun. Sehingga tidak boleh ditinggalkan. Bahkan jika terlupa, maka harus mengulang rukun tersebut.
  • Membaca Surat Ikhlas 7 kali.
  • Melaksanakan rukun-rukun lain secara urut.
  • Setiap kali selesai membaca fatihah, surat yang dibaca adalah Surat Ikhlas sebanyak 7 kali itu tadi.
  • Membaca istighfar sebanyak 70 kali. Salah satu lafadz istighfar adalah:

 استغفر الله واتوب اليه

Memang hadits tentang tata cara pelaksanaan Sholat Lailatul Qodar tersebut bukan hadits shohih. Meski demikian, hadits dhoif pun boleh digunakan jika hadits itu terkait dengan amal-amal ibadah yang utama.

Kiranya, itu saja yang perlu dipahami dalam melaksanakan Sholat Lailatul Qodar. Tidak pun dengan cara yang sudah disebutkan dalam hadats, Anda tetap bisa melaksanakan sholat sunnah ini dengan cara biasa. Anda membaca fatihah, lalu membaca surat dari Quran yang ingin Anda baca. Tidak ada patokan pasti dalam hal ini. Sejauh Anda melaksanakan sholat ini saja, itu sudah sangat baik.

Demikian ulasan tentang lengkap yang bisa kami tuliskan kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian sholat lailatul qodar, hukum, syarat, rukun, dan tata cara dalam pelaksanannya. Semoga melalui tulisan ini bisa bermanfaat bagi semuanya dan salam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *