Pengertian Sholat Tahajjud, Hukum, Tata Cara, dan Manfaatnya

Posted on

Sholat Tahajjud

Sholat Tahajjud sering disebut sebagai sholat malam, meskipun bukan hanya sholat tahajjud yang termasuk bagian sholat malam. Namun begitu, sudah barang tentu Sholat Tahajjud memiliki beragam manfaat. Tertarik untuk Sholat Tahajjud, baik Anda baca ulasan tentang terkait sholat tahajud.

Sholat Tahajjud

Jika banyak orang pernah mendengar Sholat Tahajjud, bukan artinya mereka mengerti pengertian Sholat Tahajjud. Apalagi jika harus menyebutkan apa hukum melaksanakan Sholat Tahajjud atau bagaimana cara melaksanakan Sholat Tahajjud.

Mungkin saja mereka pernah melaksanakan Sholat Tahajjud, namun sekadar sholat tanpa mencari tahu terlebih dahulu bagaimana Sholat Tahajjud yang sebenar-benarnya.

Pengertian Sholat Tahajjud

Sholat tahajjud adalah sholat malam yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan dengan syarat-syarat tertentu. Syarat-syarat tersebut adalah, seorang yang melaksanakan Sholat Tahajjud haruslah sudah melaksanakan sholat isyak, kemudian sudah tidur barang sebentar.

Karena syarat inilah, sholat seorang yang belum tidur sama sekali tidak bisa disebut dengan Sholat Tahajjud. Mungkin orang tersebut meniatkan Sholat Tahajjud, namun karena syarat Sholat Tahajjud tidak terpenuhi, maka sholatnya menjadi sholat malam saja.

Bisa dikategorikan ke dalam sholat sunnah mutlak, bisa juga dikategorikan ke dalam sholat hajat. Sebab, kedua sholat tersebut tidak mensyaratkan apapun.

Orang yang setelah isya’ tertidur, lantas bangun karena belum sholat isyak, juga tidak bisa langsung melaksanakan Sholat Tahajjud. Alasannya, syarat Sholat Tahajjud tidak terpenuhi. Tengok kembali syarat Sholat Tahajjud. Ada dua syarat dan semua harus terpenuhi: sudah sholat isyak dan sudah tidur.

Lalu kapan sebenarnya waktu melaksanakan Sholat Tahajjud? Waktunya hampir sama dengan waktu sholat isyak. Namun, lebih tepatnya adalah setelah melaksanakan Sholat Tahajjud dan tertidur, hingga masuk waktu shubuh.

Hukum Sholat Tahajjud

Meskipun Sholat Tahajjud banyak dikenal dengan sholat malam, sebenarnya sholat malam bukan hanya Sholat Tahajjud. Tetapi ada juga Sholat Witir, Sholat Tarawih, dan Sholat Tahajjud sendiri. Ketiga sholat tersebut khusus dilaksanakan pada malam hari.

Sholat Tarawih hanya dikerjakan pada malam Bulan Ramadlan. Berbeda dengan Sholat Witir dan Sholat Tahajjud yang bisa dikerjakan setiap hari. Sholat Witir, biasanya dikerjakan untuk menutup sholat sunnah pada malam hari. Karenanya, seseorang melaksanakan Sholat Tahajjud dulu sebelum Sholat Witir.

Lantas bagaimana hukum Sholat Tahajjud? Hukum Sholat Tahajjud seperti yang banyak disebut dalam berbagai sumber Fiqih adalah sunnah.

Dalam satu hadits bahkan disebutkan, Sholat Tahajjud adalah sholat yang paling utama setelah Sholat Lima Waktu. Hadits tersebut adalah seperti yang ditulis di dalam Ihya’ Ulumiddin. Bunyi hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah tersebut adalah:

أفضل الصلاة بعد المكتوبة قيام الليل

Dalam keterangan lain disebutkan, Sholat Tahajjud adalah sholat yang paling utama setelah keutamaan Sholat Maktubah. Bunyi hadits terkait itu adalah seperti yang terdapat di dalam Shohih Muslim.

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ

Waktu Melaksanakan Sholat Tahajjud

Seperti yang sudah disinggung di atas, waktu untuk melaksanakan Sholat Tahajjud adalah malam, mulai sholat isyak dan tertidur, hingga terbit fajar atau masuk waktu shubuh. Namun begitu, dalam keterangan Ihya’ Ulumiddin, sholat malam dilaksanakan pada pertengahan malam yang akhir. Ini berarti, sebaiknya sholat malam dilaksanakan pada jam 00.00 ke atas.

Dalam hal itu, para ulama menyukai tidur pada awal malam, bangun tengah malam, kemudian tidur lagi pada seperenam malam. Jika diperkirakan, waktu seperenam malam itu adalah waktu menjelang subuh. Dengan begitu, mereka selalu terbangun ketika waktu sepertiga malam. Waktu sepertiga malam ini yang juga sering disebut waktu terbaik untuk melaksanakan Sholat Tahajjud.

Jumlah Rokaat Sholat Tahajjud

Tentu Anda sudah tahu, jumlah rakaat terkecil dalam Sholat Tahajjud adalah dua rakaat. Namun, berapa jumlah terbanyaknya? Apakah empat, dua belas, atau bahkan dua puluh?

Dan jawaban dari pertanyaan di atas adalah tidak terbatas. Anda bisa melakukan Sholat Tahajjud berapa rakaat pun, kecuali satu rokaat. Sebab, bilangan paling rendah rakaat Sholat Tahajjud adalah dua, bukan satu.

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ قَالَ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنِ الزُّهْرِىِّ قَالَ أَخْبَرَنِى سَالِمُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ – رضى الله عنهما – قَالَ إِنَّ رَجُلاً قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ، كَيْفَ صَلاَةُ اللَّيْلِ قَالَ

« مَثْنَى مَثْنَى ، فَإِذَا خِفْتَ الصُّبْحَ فَأَوْتِرْ بِوَاحِدَةٍ »

Hadits yang diambil dari Shohih Bukhari tersebut menceritakan bahwa Nabi melaksanakan Sholat Tahajjud dua rakaat dua rakaat. Jika sudah mendekat pada waktu shubuh, maka tutup dengan satu rakaat sholat witir, saran Nabi. Sedang begitu, pada hadits yang lain, yang juga masih diambil dari Shohih Bukhari, Nabi melaksanakan sholat malam sebanyak 30 rokaat. Bunyi haditsnya adalah:

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ شُعْبَةَ قَالَ حَدَّثَنِى أَبُو جَمْرَةَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ – رضى الله عنهما – قَالَ كَانَ صَلاَةُ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – ثَلاَثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً . يَعْنِى بِاللَّيْلِ

Tata Cara Sholat Tahajjud

Tidak ada cara khusus untuk melaksanakan Sholat Tahajjud. Jika Anda melihat bagaimana orang melaksanakan sholat pada umumnya, maka demikianlah cara Sholat Tahajjud. Namun, niat untuk melaksanakan Sholat Tahajjud tentu berbeda dengan sholat yang lain. Sebab, yang paling membedakan dari setiap amal ibadah adalah niat. Bunyi niatnya sendiri adalah:

أصَلِّي سُنَّةَ التَهَجُّدِ رَكَعَتَيْنِ لِلهِ تَعالىَ

Jika sudah selesai melaksanakan Sholat Tahajjud, salah satu doa yang bisa menjadi referensi Anda adalah:

اَللّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ لَكَ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، وَلَكَ الْحَمْدُ، أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَقَوْلُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ، اَللّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ. فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَنْتَ إِلٰهِيْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ

Ada dua hal setidaknya, yang disunnahkan ketika melaksanakan Sholat Tahajjud. Beberapa di antaranya adalah:

  • Menggosok gigi dengan siwak sebelum melaksanakan Sholat Tahajjud. Ini seperti yang disebutkan dalam hadits Abi Hudzaifah.

حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ حُصَيْنٍ عَنْ أَبِى وَائِلٍ عَنْ حُذَيْفَةَ – رضى الله عنه – أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ إِذَا قَامَ لِلتَّهَجُّدِ مِنَ اللَّيْلِ يَشُوصُ فَاهُ بِالسِّوَاكِ

  • Berdiri lebih lama ketika melaksanakan Sholat Tahajjud. Maksud berdiri di sini adalah berdiri ketika membaca surat. Dengan kata lain, surat yang digunakan adalah surat yang panjang.

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنِ الأَعْمَشِ عَنْ أَبِى وَائِلٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ – رضى الله عنه – قَالَ صَلَّيْتُ مَعَ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – لَيْلَةً ، فَلَمْ يَزَلْ قَائِمًا حَتَّى هَمَمْتُ بِأَمْرِ سَوْءٍ . قُلْنَا وَمَا هَمَمْتَ قَالَ هَمَمْتَ أَنْ أَقْعُدَ وَأَذَرَ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم –

Manfaat Sholat Tahajjud

Salah satu manfaat Sholat Tahajjud adalah seperti yang diceritakan dalam hadits di bawah ini. Bahwa sholat malam akan membuat seseorang menjalani hari dengan lebih semangat, tidak malas, dan keadaan hati menjadi lebih baik.

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ قَالَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ أَبِى الزِّنَادِ عَنِ الأَعْرَجِ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ – رضى الله عنه – أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إِذَا هُوَ نَامَ ثَلاَثَ عُقَدٍ ، يَضْرِبُ كُلَّ عُقْدَةٍ عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيلٌ فَارْقُدْ ، فَإِنِ اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللَّهَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ ، فَإِنْ تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ ، فَإِنْ صَلَّى انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَأَصْبَحَ نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ ، وَإِلاَّ أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلاَنَ

Dan kiranya cukup demikian ulasan tentang pengertian Sholat Tahajud, hukum, tata cara, dan manfaatnya. Semoga bisa memberi manfaat, syukur jika malah benar-benar bisa membangkitkan semangat melaksanakan Sholat Tahajjud. Semoga berkah. Salam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *