Pengertian Syukur, Macam, Manfaat, Cara Melakukan, dan Contohnya

Posted on

Syukur Adalah

Syukur adalah salah satu hal yang menjadi bagian penting dalam hidup manusia. Ada banyak manfaat yang muncul dari rasa syukur yang di ungkapkan. Itu sebabnya, menjadi penting, mengetahui apa syukur perlu dijalankan oleh umat Islam.

Syukur

Menilik arti bahasa, muasal syukur adalah kata syakara. Kata tersebut terdiri dari huruf syin, kaf, dan ra’, artinya berterima kasih.

Dari sini saja, tentu sudah didapat gambaran tentang arti syukur secara istilah. Syukur secara istilah adalah pengakuan atas nikmat yang sudah diberikan oleh Allah. Tentu saja, pengakuan di sini bukan sekadar pengakuan saja, tetapi juga diiringi oleh sikap taat kepada Allah.

Selain definisi di atas, sebenarnya masih ada banyak definisi syukur yang diungkapkan. Tetapi, tidak semua definisi tersebut bisa mencakup makna syukur secara keseluruhan. Ada definisi yang menyebut syukur adalah mengetahui nikmat Allah dengan kerendahan hati dan rasa khusyuk. Definisi ini berdasar pada syukur lisan disertai dengan pekerjaan hati, tetapi tidak mencakup secara sikap.

Ada pula yang mendefinisikan syukur dengan: memuji seraya menyebutkan kebaikannya. Definisi syukur ini tidak salah, tetapi hanya fokus pada syukur dalam ucapan saja. Padahal, justru yang berat bukan syukur di lidah atau ucapan, melainkan syukur yang hingga diwujudkan dalam prilaku sehari-hari.

Karena itu, tanpa bermaksud menyalahkan definisi yang ada, memang perlu ditegaskan bahwa syukur tidak cukup dengan lisan juga ihwal pekerjaan hati. Lebih dari itu, syukur juga memiliki bentuk dalam perbuatan dan sikap keseharian.

Macam Syukur

Macam atau jenis syukur terbagi menjadi tiga. Yang pertama adalah syukur bi al-qolbi. Yang kedua adalah syukur bi al-lisan atau syukur lewat lisan. Yang ketiga adalah syukur bi al-jawarih. Penjelasan ketiganya adalah sebagai berikut:

  • Syukur bi al-qolbi

Syukur semacam ini adalah bersyukur dengan hati. Artinya, seseorang menyengaja untuk berbuat baik serta menyimpan kebaikan tersebut untuk diberikan kepada semua makhluk. Titik tekannya adalah menyengaja kebaikan itu tadi. Alasannya, karena ini adalah bentuk syukur yang sebenarnya.

Anda bisa melihat ke sekeliling. Orang yang menggelar acara tasyakuran atau acara syukuran, identik memberikan kebaikan kepada orang lain. Mereka mungkin bersedekah makanan, atau mungkin bersedekah dalam bentuk lain.

  • Syukur bi al-lisan

Syukur bi al-lisan artinya bersyukur dengan lisan atau ucapan. Bentuknya adalah dengan menampakkan rasa syukur itu sendiri, baik dengan ucapan yang menunjukkan kebahagiaan, atau berupa ucapan tahmid. Tahmid merupakan ucapan syukur yang lumrah diujarkan. Lafadz tahmid yang paling pendek adalah alhamdulillah.

  • Syukur bi al-jawarih

Syukur semacam ini adalah bersyukur menggunakan anggota badan. Maksudnya, seseorang menjadikan nikmat yang sudah diberikan oleh Allah sebagai jalan untuk menambah rasa taat dalam dirinya. Dengan nikmat itu juga, dia memohon pertolongan kepada Allah serta lebih menjaga diri agar tidak bermaksiat kepada Allah.

Ambillah contoh, Anda diberi nikmat mendapat rizki yang tidak disangka-sangka. Dengan rizki itu Anda membeli motor untuk mempermudah Anda pergi ke masjid berjamaah. Di sinilah syukur itu dibuktikan dalam bentuk amal.

Masih dalam bagian syukur bi al-jawarih, adalah syukur mata, syukur telinga, syukur lisan dan syukur anggota badan yang lain. Salah satu bentuk syukur mata adalah menutupi setiap aib muslim lain yang dilihatnya. Tentu saja, dengan menyimpan aib itu sendiri dan tidak mengumbarnya kepada orang lain.

Sama hal dengan syukur mata, syukur telinga pun demikian. Bentuk syukur telinga adalah menutupi aib orang lain yang didengar oleh telinga. Itu jika sudah terlanjur mendengar. Jika belum, maka bentuk syukur telinga adalah mencegah telinga mendengar aib-aib orang lain.

Syukur lisan atau juga syukur anggota tubuh yang lain tidak ubahnya dengan syukur-syukur yang sudah disebutkan di atas.

Syukur lisan adalah memperlihatkan keridloan atas nikmat yang sudah diberikan Allah. Akhirnya, jika ditarik kesimpulan, bentuk syukur merupakan upaya menggunakan nikmat Allah untuk taat pada perintah dan menjauh dari hal yang dilarang Allah.

Manfaat Syukur

Manfaat syukur bukan hanya untuk memunculkan kelapangan di dalam diri, tetapi juga untuk mendekatkan diri kepada Allah. Karena itu, pada bagian manfaat syukur ini, ulasan akan diarahkan pada keutamaan syukur. Antara lain;

  • Perintah syukur disandingkan dengan perintah dzikir. Ini menunjukkan syukur dan dzikir memiliki keutamaan yang setara. Ayat tentang itu ada pada ayat 152 Surat al Baqarah.

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

 [البقرة/152]

  • Syukur juga disandingkan dengan iman. Ini menunjukkan betapa pentingnya syukur. Hal ini disebut pada ayat 147 Surat an Nisa’. Bunyi ayatnya adalah:

مَا يَفْعَلُ اللَّهُ بِعَذَابِكُمْ إِنْ شَكَرْتُمْ وَآَمَنْتُمْ وَكَانَ اللَّهُ شَاكِرًا عَلِيمًا

 [النساء/147]

  • Syukur disebut-sebut sebagai sesuatu yang berat. Dan itu sebabnya, Allah menyebut hamba yang mau bersyukur hanya sedikit. Hal itu seperti yang dapat dilihat pada ayat 13 Surat Saba’.

يَعْمَلُونَ لَهُ مَا يَشَاءُ مِنْ مَحَارِيبَ وَتَمَاثِيلَ وَجِفَانٍ كَالْجَوَابِ وَقُدُورٍ رَاسِيَاتٍ اعْمَلُوا آَلَ دَاوُودَ شُكْرًا وَقَلِيلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ

 [سبأ/13]

  • Syukur merupakan kata pembuka bagi orang-orang yang menjadi penghuni surga kelak. Hal itu seperti yang disampaikan Allah lewat Quran ayat 74 Surat az-Zumar. Bunyi ayatnya adalah:

وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي صَدَقَنَا وَعْدَهُ وَأَوْرَثَنَا الْأَرْضَ نَتَبَوَّأُ مِنَ الْجَنَّةِ حَيْثُ نَشَاءُ فَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ

 [الزمر/74]

  • Orang yang makan seraya hati penuh syukur, sama hal dengan orang yang berpuasa dengan segala kesabarannya. Hal ini seperti keterangan hadits dalam Kitab Ihya’ Ulumiddin.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ” الطاعم الشاكر بمنزلة الصائم الصابر “

  • Syukur adalah harta yang berharga selain lisan yang terus basah oleh dzikir. Keterangan ini seperti yang ada pada hadits dari Kitab Ihya’ Ulumiddin.

قال عمر رضي الله عنه: أي المال نتخذ؟ فقال عليه السلام: ” ليتخذ أحدكم لساناً ذاكراً وقلباً شاكراً “

Cara Melakukan dan Contoh Syukur

Cara bersyukur berkaitan erat dengan rukun dalam bersyukur itu sendiri. Rukun ini menjadi semacam hal yang saling mendukung untuk membuat seseorang pandai bersyukur. Rukun bersyukur hanya ada tiga. Tiga hal itu adalah ‘ilmu, hal, serta ‘amal. Lantas bagaimana penjelasannya?

  • Rukun Pertama: ‘Ilmu

Ilmu di sini adalah tahu bahwa hal yang diberikan itu adalah bagian dari nikmat, serta tahu bahwa itu diberikan oleh Allah. Dengan mengerti dua hal ini, maka ketauhidan pada diri seseorang digiring pada derajat yang lebih tinggi. Dengan ketauhidan itu lah, pondasi syukur terbentuk.

Mengakui Allah sebagai pemberi nikmat, mengakui segala yang diberikan adalah bagian dari nikmat, ini merupakan bagian dari syukur itu sendiri. Jadi, tanpa mengucapkan alhamdulillah, misalnya, syukur sudah dilakukan hanya dengan pengakuan ketauhidan Allah.

  • Rukun Kedua: Hal

Hal maksudnya adalah sikap atau keadaan yang dihasilkan oleh pengetahuan tentang nikmat dan siapa pemberinya. Keadaan yang dimaksud adalah keadaan bahagia atas keridloan pada Allah. Rasa bahagia ini tidak melulu rasa bahagia saja, tetapi juga disertai dengan pendekatan diri kepada Allah, juga rasa rendah hati.

Dalam ilmu tasawwuf, syukur yang sebenar-benarnya adalah bahagia atas siapa yang memberi, bukan apa yang diberi. Ini sama hal dengan Anda diberi jam tangan cantik. Rasa bahagia yang Anda rasakan bukan karena jam tangan cantik yang diberikan, melainkan karena orang yang memberikan jam tangan tersebut adalah orang yang Anda sukai. Begitulah gambarannya.

Jika pun misalnya, Anda bahagia dengan jam tangan, itu hanya sebagai tanda kedekatan Anda dengan si orang yang memberi.

Dengan begitu, kesimpulannya adalah, jika kebahagiaan yang timbul adalah karena apa yang diberikan, maka syukur yang dimaksud bukanlah syukur. Sebab, hal seperti yang sudah dijelaskan di atas adalah menjadi syarat syukur.

  • Rukun Ketiga: ‘Amal.

Amal adalah perbuatan yang disebabkan oleh kebahagiaan karena tahu siapa yang memberi. Ini sama hal dengan contoh di atas. Bentuk amal sendiri bisa dilakukan oleh hati, oleh lisan, atau oleh anggota tubuh. Terkait ini, Anda bisa membaca lagi ulasan macam-macam syukur seperti yang sudah ditulis di atas.

Kiranya cukup demikian ulasan tentang pengertian syukur, macam, manfaat, cara melakukan, dan contoh yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Semoga hadirnya artikel ini bisa memberikan manfaat serta kegunaan bagi pembaca sekalian. Salam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *