Pengertian Ruqyah, Hukum, Jenis, Tata Cara, dan Manfaatnya

Posted on

Ruqyah Adalah

Yang terbayang ketika mendengar kata ruqyah mungkin adalah sesuatu yang berbau klenik atau perdukunan. Padahal sebenarnya tidak begitu. Artikel ini akan mengulas pengertian ruqyah, hukum, jenis, tata cara, dan manfaatnya. Tentu saja agar, Anda mengenal lebih jauh tentang ruqyah.

Ruqyah

Jika merunut arti ruqyah secara bahasa, arti kata ruqyah adalah mantera atau jampi-jampi. Bisa juga diartikan sebagai bacaan sesuatu yang dilakukan kepada orang sakit agar sembuh. Sakit yang dialami mungkin adalah sengatan hewan, sihir, atau gangguan jin dan sebagainya. Karena itu, kadang-kadang ruqyah disebut juga dengan azimat.

Sedikit berbeda dengan pengertian ruqyah dari segi syara’. Ruqyah secara syara’ adalah bacaan doa yang digunakan untuk pengobatan dan tolak balak. Kadang-kadang bacaan tersebut disertai dengan tiupan ke anggota tubuh si orang yang diruqyah.

Memang, ruqyah cenderung dekat dengan klenik dan praktik perdukunan. Namun begitu, ruqyah dalam Islam bukan ruqyah yang dilarang. Satu-satunya hal yang mungkin membuat orang cenderung menyamakan ruqyah dengan praktik perdukunan adalah tujuan dari ruqyah tersebut. Penyembuhan penyakit, tolak balak, dan penjagaan diri dari gangguan makhluk gaib adalah bagian dari ranah perdukunan, dan demikian juga dengan ruqyah.

Hukum Ruqyah

Hukum ruqyah tergantung dengan jenis ruqyah yang dilakukan. Ruqyah Syar’iyyah boleh dilakukan. Tidak demikian dengan ruqyah syirkiyah yang justru diharamkan. Untuk itu, perlu diketahui dulu seperti apa ruqyah syar’iyyah dan ruqyah syirkiyyah itu. Penjelasan tentang dua jenis ruqyah itu ada pada bagian di bawah ini.

Di dalam Islam, ruqyah menggunakan ayat Quran atau doa-doa tertentu. Dan ini memang diajarkan oleh Quran, disebut juga di dalam Quran. Berikut ini adalah dalil-dalil yang menyebut Quran adalah bagian dari obat.

وَلَوْ جَعَلْنَاهُ قُرْآَنًا أَعْجَمِيًّا لَقَالُوا لَوْلَا فُصِّلَتْ آَيَاتُهُ أَأَعْجَمِيٌّ وَعَرَبِيٌّ قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ آَمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ وَالَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ فِي آَذَانِهِمْ وَقْرٌ وَهُوَ عَلَيْهِمْ عَمًى أُولَئِكَ يُنَادَوْنَ مِنْ مَكَانٍ بَعِيدٍ

 [فصلت/44]

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآَنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

 [الإسراء/82]

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

 [يونس/57]

Ayat 44 Surat Fushilat, ayat 82 Surat al Isra’, dan ayat 57 Surat Yunus, masing-masing menyebut menyebut Quran adalah petunjuk. Tidak hanya menjadi petunjuk, Quran juga menjadi penawar dan obat bagi semua yang beriman.

Kebolehan melakukan ruqyah juga disampaikan Nabi lewat haditsnya. Salah satunya adalah hadits yang ada dalam Shohih Muslim. Bunyi haditsnya adalah sebagai berikut ini:

حَدَّثَنِى أَبُو الطَّاهِرِ أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِى مُعَاوِيَةُ بْنُ صَالِحٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ الأَشْجَعِىِّ قَالَ كُنَّا نَرْقِى فِى الْجَاهِلِيَّةِ فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ تَرَى فِى ذَلِكَ فَقَالَ « اعْرِضُوا عَلَىَّ رُقَاكُمْ لاَ بَأْسَ بِالرُّقَى مَا لَمْ يَكُنْ فِيهِ شِرْكٌ

Kata Nabi, selagi ruqyah tersebut tidak mengandung syirik, hal itu masih boleh. Dengan kata lain, jika ruqyah mengandung syirik, maka ruqyah tidak diperbolehkan. Sampai di sini tentu sudah cukup jelas, bukan, hukum ruqyah?

Jenis Ruqyah

Islam mengenal ruqyah ke dalam dua jenis. Pertama adalah ruqyah syar’iyyah, dan kedua adalah ruqyah syirkiyyah. Tentang bagaimana hukumnya, sudah dijelaskan pada bagian atas. Tentang bagaimana penjelasan dua jenis ruqyah tersebut, Anda bisa membacanya di bawah ini.

  • Ruqyah Syar’iyah

Ruqyah ini adalah ruqyah yang sesuai dengan syara’ dan diperbolehkan. Artinya, tidak ada bagian-bagian tertentu dari ruqyah ini yang bertentangan dengan syara’. Biasanya yang dibaca dalam ruqyah jenis ini adalah ayat Quran. Kadang berupa dzikir tertentu atau doa yang memiliki khasiat tertentu, terutama yang berkaitan dengan penyakit si orang yang tengah diruqyah.

  • Ruqyah Syirkiyyah

Berbeda dengan Ruqyah Syar’iyyah, Ruqyah Syirkiyyah justru tidak diperbolehkan. Ruqyah jenis ini adalah ruqyah yang sama sekali tidak sejalan dengan syara’. Yang dilakukan dalam ruqyah ini juga bertentangan dengan syara’. Itu sebabnya ruqyah jenis ini tidak diperbolehkan.

Biasanya dukun-dukun melakukan ruqyah semacam ini. Yang dibaca bukan ayat Quran atau doa, tetapi mantra dan jampi-jampi. Bahasa yang digunakan juga sering bukan bahasa arab. Tidak ada asma-asma Allah yang disebut di dalamnya. Dan perlu kembali ditegaskan, jenis ruqyah seperti ini harus ditinggalkan.

Tata Cara Ruqyah

Tata cara ruqyah yang disebut dalam bagian ini adalah ruqyah yang diperbolehkan dalam Islam. Ruqyah tersebut memiliki syarat-syarat tertentu. Syarat-syarat tersebut adalah:

  • Menggunakan Quran atau asma Allah. Bisa juga menggunakan doa tertentu. Tetapi yang jelas, tidak boleh bertentangan dengan syara’.
  • Menggunakan bahasa Arab, kecuali jika orang yang meruqyah memang tidak bisa bahasa Arab.
  • Makna lafadz yang dibaca ketika ruqyah adalah lafadz yang memiliki makna jelas.
  • Ikhlas dan berniat mendekatkan diri kepada Allah.
  • Membaca ayat Quran yang dianjurkan untuk tujuan ruqyah, lalu meniupkannya pada anggota tubuh yang sakit.
  • Menghayati makna bacaan ruqyah yang dibaca.
  • Mengucapkan bacaan ruqyah dengan suara yang bisa didengar. Tujuannya agar orang yang di-ruqyah ikut menghayati makna bacaan ruqyah
  • Meniup bagian tubuh si orang yang di-ruqyah ketika ruqyah tengah dilakukan. Tiupan tersebut dilakukan dengan lembut, serta tidak mengeluarkan ludah.
  • Boleh juga meniup lewat media seperti air. Media yang disarankan untuk itu adalah minyak zaitun. Minyak ini yang disebut Nabi berasal dari tanaman yang dipenuhi keberkahan.
  • Mengusap si orang yang diruqyah menggunakan tangan kanan. Hal ini seperti yang diceritakan lewat hadits yang diceritakan Aisyah dalam Shohih Muslim.
  • Yakin kesembuhan yang didapat adalah dari Allah, bukan semata karena ruqyah tersebut.
  • Tidak boleh ada syarat-syarat kepada orang yang diruqyah.

Manfaat Ruqyah

Apa saja manfaat ruqyah? Jawabannya, banyak. Beberapa manfaat ruqyah akan disebut di bawah ini. Memang tidak semuanya, tetapi semoga ini bisa menjadi gambaran meskipun tidak sepenuhnya.

  • Ruqyah dapat memberi kebaikan bagi orang lain. Tidak ada kewajiban melakukan ruqyah. Hanya saja, jika ada seorang yang perlu diruqyah dan Anda bisa, apa salahnya Anda meruqyahnya. Jika orang tersebut sembuh lantaran Anda ruqyah, tentu ini akan menjadi kebaikan bagi orang tersebut juga bagi Anda.
  • Bagian dari bentuk keimanan. Telah disebutkan, Quran adalah obat. Menggunakan Quran untuk pengobatan, tentu akan menambah keimanan dalam diri si orang yang diruqyah, juga orang yang meruqyah. Pasalnya, dengan begitu, keyakinan dalam diri menjadi lebih kuat.
  • Ruqyah untuk mengusir gangguan jin atau setan. Salah satu tujuan ruqyah memang seperti itu. Tidak hanya untuk menyembuhkan, tetapi juga untuk menangkal gangguan dan melepaskan gangguan setan serta jin dari tubuh seseorang. Ini termasuk dengan penyakit karena teluh dan semacamnya.
  • Sebagai benteng diri. Ruqyah Syar’iyyah menggunakan doa dan bacaan Quran. Ayat-ayat tertentu sangat disarankan untuk dibaca sebagai benteng. Salah satunya adalah ayat kursi, juga Surat Yasin.
  • Penangkal bahaya dari kejahatan manusia dan hewan berbahaya. Bacaan yang bermanfaat untuk itu adalah Surat Ikhlas, Surat an Nas, juga Surat al Falaq. Bacaan itu digunakan untuk menangkal kejahatan manusia, bahaya binatang, bahkan juga gangguan jin.
  • Menyembuhkan penyakit. Tidak hanya untuk penyakit karena hal-hal ghaib, ruqyah juga digunakan untuk mengobati penyakit medis sekalipun.
  • Ruqyah untuk menenangkan pikiran. Di dalam Ruqyah Syar’iyyah, bacaan-bacaannya adalah Quran, juga doa-doa. Secara, bacaan-bacaan tersebut adalah bacaan yang dapat menenangkan pikiran. Efek dari itu tentu positif tidak hanya bagi jasmani, tetapi juga rohani.
  • Ruqyah dapat mendekatkan diri. Tambahnya keimanan, tambahnya ketenangan, adalah bagian dari diri yang semakin dekat dengan Allah. Oleh karena itu, secara konsep, ruqyah adalah pendekatan diri kepada Allah. Jika seorang dekat dengan Allah, masalah-masalahnya akan diangkat dan dimudahkan oleh Allah. Termasuk urusan penyakit-penyakit yang ada di dalam tubuh.

Demikian ulasan tentang pengertian ruqyah, hukum, jenis, tata cara, dan manfaatnya. Ternyata ruqyah tidak hanya berkaitan dengan klenik dan perdukunan, bukan? Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *