Pengertian Kufur, Hukum, Macam, dan Contohnya

Posted on

Kufur Adalah

Salah satu penyakit hati yang harus dihindari oleh orang Mukmin penyakit kufur. Bentuk dan macam kufur cukup banyak. Karena itu, mengetahui dan mengobatinya menjadi hal yang penting untuk dilakukan bagi setiap umat Islam.

Kufur

Salah satu dalil tentang kufur adalah ayat 34 pada Surat Ibrahim. Dalam ayat tersebut, Allah menceritakan tentang model orang yang kufur nikmat. Orang tersebut ingkar meski nikmat yang diberikan Allah terlalu banyak, bahkan tidak bisa dihitung.

وَءَاتَىٰكُم مِّن كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ ۚ وَإِن تَعُدُّوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّهِ لَا تُحْصُوهَآ ۗ إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

Lantas bagaimana pengertian kufur sendiri? Jika melihat dari arti bahasa, kufur diterjemahkan menjadi menutupi atau menghilangkan. Dalam ucapan kaffarallahu dzunubahu (كَفَّرَ اللهُ ذُنُوبَهُ), kata kaffaro artinya mengampuni atau menghilangkan. Dengan demikian, arti ucapan tersebut adalah Allah mengampuni/menghilangkan dosanya.

Pengertian Kufur

Kufur dalam segi agama diartikan dengan tidak beriman kepada Allah serta Rasul. Bentuk tidak beriman ini bisa dengan mendustakan atau bisa juga tidak. Tidak mendustakan artinya tidak menentang dan juga tidak menolak, tetapi dalam hatinya tidak ada iman terhadap apa yang seharusnya diimani. Mendustakan artinya menolak serta menentang apa yang harus diimaninya.

Kufur yang disertai dengan mendustakan memiliki risiko yang lebih berat. Kufur ini biasa disebut dengan kufur kubro. Efeknya, tidak hanya berdosa, tetapi juga dianggap keluar dari Agama Islam. Syahadat yang diucapkannya juga menjadi batal

Alasannya, dalam hati orang yang melakukan kufur kubro sama sekali sudah tidak terdapat keimanan. Jika dia meninggal dunia ketika belum bertaubat, maka dia dihukumi kafir.

Ini berbeda dengan kufur kedua, kufur yang tidak disertai dengan mendustakan. Kufur tersebut tidak sampai membuat seseorang keluar dari Islam. Kufur yang dinamakan kufur amali tersebut, merupakan perbuatan-perbuatan kufur yang sering disebutkan dalam hadits atau Quran dan derajatnya berada di bawah kufur besar. Bagaimana dengan dosanya? Dosanya tetap tidak boleh diremehkan.

Salah satu contoh ayat yang masuk ke dalam kufur ini adalah ayat 83 Surat an Nahl. Isi ayat tersebut tentang orang-orang yang tahu atas nikmat yang diberikan Allah tetapi mengingkarinya. Bunyi ayatnya adalah:

يَعْرِفُونَ نِعْمَةَ اللَّهِ ثُمَّ يُنْكِرُونَهَا وَأَكْثَرُهُمُ الْكَافِرُونَ

 [النحل/83]

Mungkin banyak orang yang bingung membedakan kafir dengan kufur. Keduanya sebenarnya memiliki makna sama. Hanya saja, kufur cenderung berada di bawah kafir. Maksudnya, kufur belum tentu masuk ke dalam kafir. Sebaliknya, kafir adalah bagian dari kufur.

Dalam kufur, bisa jadi seseorang masih bisa disebut Islam. Dengan catatan, selama kufur yang dilakukan tidak termasuk kufur kubro. Berbeda dengan kafir yang memang sudah disebut keluar dari Islam. Dari sini tentu bisa dibedakan antara kafir dan kufur.

Hukum Kufur

Bagaimana hukum kufur sebenarnya tentu sudah bisa ditebak. Kufur adalah sesuatu yang dilarang. Pada bagian tertentu kufur masih dimaafkan, namun pada bagian lain, kufur menjadi bagian dari dosa yang ancamannya tidak main-main.

Salah satu dalil tentang larangan kufur adalah ayat 152 Surat al Baqarah. Dalam ayat tersebut jelas-jelas Allah menyebut larangan tentang kufur serta menyuruh manusia untuk bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah. Bunyi ayatnya adalah sebagai berikut:

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

Allah sendiri sudah mengkisahkan dalam Quran tentang orang-orang yang kufur dan azab yang mereka terima. Sebagian dari kisah-kisah itu bahkan masih menyisakan bukti peninggalan yang bisa dilihat hingga kini. Dan semua kisah itu menjadi bagian pengingat agar manusia tidak kufur.

Pertanyaannya sekarang adalah, bagaimana jika kekufuran itu tiba-tiba membesit di dalam hati, namun tidak sampai terbentuk dalam tingkah laku? Imam Nawawi menjelaskan, kufur yang membesit di dalam hati tidak menjadi soal.

Kekufuran tersebut juga tidak akan membuat keimanan seseorang menghilang. Syaratnya, orang tersebut harus segera menghentak keluar pikiran dan besitan hati yang demikian.

قال العلماء: المراد به الخواطر التي لا تستقر. قالوا: وسواء كان ذلك الخاطر غيبة أو كفرا أو غيره، فمن خطر له الكفر مجرد خطر من غير تعمد لتحصيله، ثم صرفه في الحال، فليس بكافر، ولا شئ عليه

Teks dari Kitab Adzkar an Nawawi tersebut menjelaskan tentang itu semua. Alasan mengapa pikiran atau besitan itu tidak mengeluarkan iman seseorang adalah, karena sulitnya menghindari hal demikian. Seseorang bisa dengan mudah menghalau pergi pikiran dan bersitan yang mengarah pada kufur semudah bagaimana kufur itu datang.

Meski demikian, yang perlu dicatat dalam ulasan ini adalah ketidaksengajaan besitan itu. Jika mendadak dia datang, maka pikiran itu harus segera dihilangkan. Dengan begitu, besitan kufur semacam itu akan dimaafkan.

Macam dan Contoh Kufur

Kufur terbagi dalam dua bagian besar. Bagian pertama adalah kufur besar, dan bagian kedua adalah kufur kecil. Perbedaan keduanya adalah, jika kufur besar membuat seseorang keluar dari Islam, maka tidak demikian dengan kufur kecil. Kufur kecil sebatas membuat seseorang mendapat dosa dengan konsekuensi sesuai dengan berat dosanya tersebut.

Kufur Besar

Jika mau diambil pengertian, kufur besar adalah kufur yang menyebabkan seseorang keluar dari Islam. Bentuk dan sebabnya berbeda-beda. Dan untuk itu, baik Anda simak lima perinciannya seperti yang ada di bawah ini.

  • Kufur dengan cara mendustakan Allah. Mendustakan artinya tidak percaya. Dengan kata lain, seseorang yang tidak percaya atas rukun iman, dia menjadi orang yang kufur. Dan untuk itu, ancamana Allah sangat jelas. Sebagaimana yang disebut dalam ayat 68 Surat al Ankabut.
  • Kufur yang disebabkan oleh kesombongan. Kufur semacam ini adalah kufur sebagaimana yang dilakukan iblis ketika diperintahkan untuk bersujud kepada Nabi Adam. Malaikat bersujud dan memberi penghormatan. Tetapi, tidak demikian dengan sikap iblis. Iblis merasa lebih terhormat dari Nabi Adam. Karena itu dia tidak mau bersujud kepada Nabi Adam meski Allah yang memerintah.
  • Kufur yang disebabkan oleh keraguan dalam dirinya sendiri. Ragu dalam persoalan tertentu mungkin bukan masalah besar. Tetapi ragu dalam persoalan akidah akan menyebabkan seseorang keluar dari Islam. Sebab, pada dasarnya akidah adalah ruh dari sebuah ajaran yang dipeluk oleh seseorang, lebih-lebih jika itu adalah hal-hal yang ghoib.
  • Kufur yang disebabkan oleh seseorang berpaling dari ajaran Islam. Berpaling dari ajaran Islam artinya berpindah dan mempercayai agama di luar Islam. Dengan kata lain, seseorang yang berpaling dari Islam sama dengan mendustakan hal-hal yang ada dalam Islam. Sebaliknya, dia membenarkan apa-apa yang ada dalam ajaran baru yang dipeluknya. Dengan begitu, tentu saja seseorang sudah benar-benar lepas dari Islam.
  • Kufur yang disebabkan oleh kemunafikan seseorang. Definisi munafik tidak sebatas orang yang memiliki tiga tanda munafik. Munafik cenderung mengarah pada orang-orang yang masih melakukan perbuatan maksiat. Perbuatan maksiat yang kecil sekalipun, jika terus dilakukan akan menyebabkan seseorang keluar dari Islam. Inilah mengapa munafik adalah bagian dari kufur besar.

Kufur Kecil

Kufur kecil merupakan kufur yang tidak sampai mengeluarkan seseorang dari keislamannya. Meski demikian, bukan artinya kufur ini bisa dilakukan. Sekecil apapun kufur atau seremeh apapun kufur, perbuatan kufur tetap harus dihindari. Bagi siapa yang melakukannya, tetap akan ada konsekuensi yang harus diterima.

Kufur yang juga memiliki nama kufur amali ini memiliki derajat kufur yang lebih rendah daripada kufur besar. Kufur nikmat adalah salah satu contoh kufur amali.

Kufur nikmat sendiri adalah orang yang ingkar atas nikmat Allah meski sebenarnya mereka mengetahui. Ini seperti yang disebutkan di dalam Quran.

يَعْرِفُونَ نِعْمَةَ اللَّهِ ثُمَّ يُنْكِرُونَهَا وَأَكْثَرُهُمُ الْكَافِرُونَ

 [النحل/83]

Mencaci atau menjelekkan muslim lain juga bagian dari perbuatan fasik, namun bukan kufur. Membunuh muslim lain lah yang termasuk contoh kufur amali.

Pelakunya tidak serta merta keluar dari Islam, tetapi dia harus benar-benar bertaubat atas kekufuran yang telah dia lakukan. Hadits yang menyebut pembunuhan adalah bagian dari kufur tertulis dalam Kitab Shohih Bukhari.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَرْعَرَةَ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ زُبَيْدٍ قَالَ سَأَلْتُ أَبَا وَائِلٍ عَنِ الْمُرْجِئَةِ ، فَقَالَ حَدَّثَنِى عَبْدُ اللَّهِ أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « سِبَابُ الْمُسْلِمِ فُسُوقٌ ، وَقِتَالُهُ كُفْرٌ

Demikian ulasan lengkap tentang pengertian kufur, hukum, macam, dan contohnya. Semoga Allah menjauhkan sifat kufur dari diri orang-orang mukmin baik yang sedang membaca artikel ini ataupun tidak, sebab penyakit ini menjadi salah satu kondisi krusial yang harus dihindari. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *