Pengertian Istiqomah, Keutamaan, Cara, dan Contohnya

Posted on

Istiqomah Adalah

Istiqomah menjadi hal yang mudah diucapkan, mudah dinasihatkan, tetapi sulit untuk dilakukan. Pasalnya, istiqomah berkaitan dengan kepribadian. Dan Anda tahu sendiri bukan, urusan kepribadian adalah urusan yang tidak gampang.

Istiqomah

Cukup banyak tokoh atau ulama yang sudah mendefinisikan istiqomah. Masing-masing memiliki definisi berbeda, meski bukan artinya masing definisi-definisi tersebut memiliki arti berbeda. Sebab, dari seluruh definisi istiqomah yang ada, muaranya adalah satu: kualitas iman seseorang.

Dalam kajian bahasa, istiqomah merupakan bentuk lain dari kata qoma yang mengikuti wazan istaf’ala. Qoma sendiri bisa berarti berdiri, tegak, atau lurus. Dari arti bahasa semacam ini, istiqomah lantas diistilahkan untuk kekonsistenan berada di jalan yang sesuai dengan ajaran agama.

Dari definisi di atas, beberapa sahabat Nabi serta ulama juga memberikan definisi meskipun dengan konteks kalimat berbeda. Abu Bakar ra misalnya, mendefinisikan istiqomah dengan perilaku tidak menyekutukan Allah. Berbeda lagi dengan Umar bin Khattab yang mendefinisikan istiqomah dengan tetap menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah.

Usman bin Affan bahkan mendefinisikan istiqomah dengan sangat simpel. Menurutnya, istiqomah adalah ikhlas, itu saja, tanpa ada tambahan atau perlu ditambah lagi.

Bagaimana dengan definisi istiqomah yang disampaikan oleh ulama? An Nawawi menyampaikan, definisi istiqomah adalah tetap iman, taat, memposisikan laku hidup di jalan Allah. Senada dengan itu, Ibnu Abbas juga berpendapat sama. Istiqomah adalah tetap pada ketauhidan, beribadah dengan ikhlas, serta taat kepada Allah.

Perhatikan seluruh definisi tersebut! Anda pasti bisa menyimpulkan, seluruh definisi tersebut memiliki titik poin sama;

Yakni menjaga atau bahkan menambah kualitas iman dengan ibadah pada Allah. Teksnya saja yang berbeda, namun muaranya tetap sama

Keutamaan Istiqomah

Keutamaan istiqomah tentu saja tidak hanya satu dua saja. Secara, istiqomah adalah hal baik. Setiap hal baik selalu memiliki dampak yang baik, disadari atau tidak disadari, disengaja atau tidak disengaja. Berikut adalah beberapa hal tentang keutamaan istiqomah yang mungkin akan membuat Anda menjadi semangat untuk berjuang terus istiqomah.

  • Mendapat surga

Siapa yang mau istiqomah beribadah kepada Allah, akan mendapat pahala surga. Tentu saja, pahala ini tidak mudah didapatkan, meski bukan artinya sulit dan tidak mungkin. Yang demikian itu seperti yang keterangan yang ada pada Surat Fushilat. Bunyi ayatnya adalah:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُون

 [فصلت/30]

  • Menjadi bahagia

Hal ini seperti yang disebut Allah di dalam Surat al Ahqaf. Di sana, Allah mengakui Allah sebagai Tuhan dan istiqomah dengan keadaan tersebut, maka tidak akan ada kesedihan pada mereka. Bunyi ayatnya adalah sebagai berikut:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

 [الأحقاف/13]

  • Mendapat kecukupan

Kesimpulan ini seperti yang didapat dalam firman Allah pada Surat al Jinn. Dalam ayatnya disebutkan, siapa yang tetap istiqomah pada jalan yang sudah diridhoi Allah, akan Allah berikan mereka rizki yang cukup. Bunyi ayatnya adalah sebagai berikut:

وَأَنْ لَوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لَأَسْقَيْنَاهُمْ مَاءً غَدَقًا

[الجن/16]

  • Istiqomah adalah salah satu hal yang disukai Allah

Karena itu, ulama-ulama terdahulu selalu punya satu ibadah sunnah yang menjadi andalan. Ibadah itu menjadi wadhifah atau sesuatu yang selalu dilakukan. Bisa dilakukan setiap hari, satu minggu sekali, atau bahkan hitungan bulan dan tahun. Namun selalu dilakukan. Alasannya apa? Karena Allah sangat menyukai ibadah yang dilakukan dengan cara demikian.

  • Amalan yang istiqomah selalu mendapat catatan baik

Istiqomah selalu mendapat catatan baik bahkan jika amal tersebut absen dikerjakan. Jadi, semisal Anda memiliki keperluan yang penting atau udzur syar’i yang tidak memungkin anda melakukan amalan tersebut, anda akan tetap dicatat sudah mengamalkannya. Hal ini seperti maksud hadits Nabi dalam Shohih Bukhari.

حَدَّثَنَا مَطَرُ بْنُ الْفَضْلِ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ حَدَّثَنَا الْعَوَّامُ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ أَبُو إِسْمَاعِيلَ السَّكْسَكِىُّ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا بُرْدَةَ وَاصْطَحَبَ هُوَ وَيَزِيدُ بْنُ أَبِى كَبْشَةَ فِى سَفَرٍ ، فَكَانَ يَزِيدُ يَصُومُ فِى السَّفَرِ فَقَالَ لَهُ أَبُو بُرْدَةَ سَمِعْتُ أَبَا مُوسَى مِرَارًا يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم 

« إِذَا مَرِضَ الْعَبْدُ أَوْ سَافَرَ ، كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا »

Menjalahkan proses dalam istiqomah tentu saja, itu tidak mudah. Dan karena istiqomah tidak mudah itulah, ada keistimewaan tersendiri yang sudah disiapkan oleh Allah. Dalam hal ini, tentu menjadi penting mengetahui hal apa saja yang bisa dilakukan agar bisa istiqomah.

Cara Istiqomah dan Contohnya

Dengan definisi istiqomah adalan iman dan taat kepada Allah, maka langkah-langkah berikut mungkin bisa Anda lakukan agar Anda bisa istiqomah. Atau jika pun Anda sudah bisa istiqomah mungkin, langkah berikut akan menjadikan keistiqomahan Anda semakin kuat lagi. Simakan beberapa langkah berikut:

  • Memahami dengan baik makna syahadat. Syahadat adalah pintu untuk masuk islam. Sepintas, syahadat memang terdengar sepele. Namun ketika syahadat ditilik, akan terlihat bagaimana syahadat memiliki makna yang luas dan panjang untuk dikupas. Sebab, syahadat bukan hanya pengakuan bahwa hanya Allah lah tuhan yang disembah, tetapi juga pada pengakuan bahwa allah sempurna dengan segala sifat-Nya.
  • Perbanyak membaca al Quran. Seringkali, orang membaca al Quran seolah hanya bacaan yang tidak memiliki efek apapun dalam diri. Padahal tidak demikian. Al Quran memiliki efek yang sangat besar, bukan hanya bagi kesehatan jasmani, melainkan juga rohani. Secara jasmani, bacaan al Quran membuat sel tubuh menjadi seimbang. Secara rohani, bacaan Quran akan memberi ketenangan.
  • Lakukan amal baik meski hanya amal yang sepele. Ini semacam pancingan agar Anda menjadi seorang yang lebih istiqomah. Istiqomah adalah kebaikan. Melakukan banyak hal baik meskipun sepele akan membuat Anda lebih mudah memposisikan diri dalam istiqomah berbuat kebaikan. Lagi pula, bukan kah amal baik sepele yang banyak dilakukan akan menjadi banyak pula, persis ketika Anda menabung dan mengumpulkan uang.
  • Lakukan hal-hal yang bermanfaat. Banyak hal bermanfaat yang bisa Anda lakukan. Contohnya, membersihkan debu jendela rumah Anda. Jendela adalah tempat masuknya angin. Jika jendela bersih, debu yang biasanya ada di jendela tidak akan terbang bersama udara di rumah Anda. Tentu saja hal semacam ini bermanfaat bagi Anda dan keluarga Anda. Lambat laun, yang seperti ini akan membuat Anda menjadi lebih istiqomah dalam hal-hal baik yang lain.
  • Aplikasikan rukun iman di dalam kehidupan. Rukun iman erat kaitannya dengan segala hal yang dilakukan seseorang. Akan berbeda tentunya sikap dan perilaku orang yang beriman dan orang yang tidak. Orang yang tidak mengaplikasikan rukun iman dalam prilakunya tidak akan banyak mempertimbangkan ganjaran yang diterima atas prilaku tersebut. Sangat mungkin, dia hanya memikirkan efek di dunia saja, tidak di akhirat kelak.
  • Menjaga pergaulan. Pergaulan menjadi faktor penting dalam istiqomah. Pasalnya, manusia cenderung berbuat sesuai yang diperbuat oleh orang sekitarnya. Tidak hanya untuk soal perbuatan, soal pilihan dan hal-hal lain, bahkan itu adalah soal gaya hidup, seringkali pergaulan memberikan efek besar. Tambahan, berkumpul dengan orang-orang yang memiliki tujuan sama akan membuat istiqomah tidak sesulit sebelumnya.
  • Banyak mengkaji. Yang dimaksud mengkaji di sini adalah mengkaji kajian-kajian keislaman seseorang. Orang yang memiliki pengetahuan luas terkait Islam, akan lebih mudah mengambil ibarat dan dasar-dasar hukum untuk memotivasi dirinya sendiri. Dengan begitu, ketika seseorang berubah malas, otaknya akan kembali memutar pengetahuan yang akan kembali membangkitkan gairahnya untuk tetap istiqomah.
  • Berdoa dan meminta doa. Berdoa itu penting. Doa adalah salah satu senjata yang bisa digunakan oleh orang mukmin setiap saat, kapan pun dia mau. Mungkin tidak sekali dua kali berdoa, Allah baru akan mengabulkan. Mungkin juga tidak setiap doa akan dikabulkan. Namun jikapun doa belum dikabulkan, mungkin kaitannya dengan kesabaran dan keseriusan dalam meminta kepada Allah. Pastikan juga untuk meminta orang lain agar mendoakan Anda.

Demikian ulasan tentang pengertian Istiqomah, keutamaan, cara, dan contohnya. Seperti yang sudah ditulis di awal paragraf, semoga artikel ini bisa benar-benar menginspirasi, tambahan juga membawa dampak positif bagi Anda. Salam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *