Pengertian Sabar, Keutamaan, Cara, dan Contohnya

Posted on

Sabar Adalah

Sepertinya tidak ada seorang pun yang tidak mengenal sabar. Pasalnya, kata sabar sering kali dinasihatkan orang kepada orang lain, terutama ketika tengah tertimpa musibah. Lantas apa sebenarnya pengertian sabar, keutamaan, cara, dan contohnya? Berikut ini ulasannya.

Sabar

Kalau mau merujuk pada KBBI, sabar diartikan sebagai tahan atas cobaan. Bisa juga sabar diartikan dengan tidak tergesa atau tenang. Dan searah dengan itu makna sabar dalam islam juga demikian, menahan diri atas cobaan yang tengah dialami murni karena Allah saja.

Tentu saja, perkara menahan diri ini tidak mudah dilakukan. Butuh jiwa yang benar-benar lapang untuk bisa melakukannya. Tambahan lagi, nalar sehat harus benar-benar dijaga. Padahal, kecenderungan orang ketika tertimpa musibah justru tidak bisa berpikir dengan jernih. Di sinilah tantangan paling sulit untuk berlaku sabar.

Keutamaan Sabar

Sabar adalah bagian dari sikap yang baik. Tentu saja, setiap sikap yang baik memiliki keutamaan tersendiri, termasuk sikap sabar ini. Beberapa keutamaan sabar yang akan disebutkan di bawah ini mungkin bisa menjadi motivasi diri untuk lebih sabar. Keutamaan sabar berikut diambilkan dari Quran juga dari hadits.

  • Ayat 24 dalam Surat As-Sajdah. Ayat itu menyebut, orang yang sabar akan diberi pemimpin baik. Bunyi ayatnya adalah sebagai berikut:

وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِآَيَاتِنَا يُوقِنُونَ

 [السجدة/24]

  • Ayat 137 Surat Al A’raf. Ayat itu menceritakan Bani Israil yang selalu bersabar, hingga Allah menumbangkan Fir’aun yang telah dholim kepada mereka. Bani Israil juga diberi bumi bagian timur dan barat. Bagian barat itu adalah bagian yang paling diberkati. Bunyi ayatnya adalah sebagai berikut:

وَأَوْرَثْنَا الْقَوْمَ الَّذِينَ كَانُوا يُسْتَضْعَفُونَ مَشَارِقَ الْأَرْضِ وَمَغَارِبَهَا الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ الْحُسْنَى عَلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ بِمَا صَبَرُوا وَدَمَّرْنَا مَا كَانَ يَصْنَعُ فِرْعَوْنُ وَقَوْمُهُ وَمَا كَانُوا يَعْرِشُونَ

 [الأعراف/137]

  • Ayat 96 dalam Surat An-Nahl. Dalam ayat tersebut Allah berfirman akan memberi balasan yang lebih baik bagi orang yang mau bersabar. Berikut ini bunyi ayatnya:

مَا عِنْدَكُمْ يَنْفَدُ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ بَاقٍ وَلَنَجْزِيَنَّ الَّذِينَ صَبَرُوا أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

 [النحل/96]

  • Ayat 10 Surat Az-Zumar. Ayat tersebut menjelaskan bahwa, Allah akan menyempurnakan pahala orang yang mau bersabar. Dalam ayat itu juga, Allah berfirman, setiap orang yang berbuat baik akan mendapat hal yang baik. Bunyi ayatnya seperti yang ditulis berikut ini:

قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

 [الزمر/10]

  • Ayat 125 Surat Ali Imran. Ayat tersebut mengisahkan tentang janji Allah kepada orang mukmin. Allah berjanji, jika orang mukmin mau bersabar, allah akan mengirim 5000 malaikat untuk menolong orang mukmin yang tengah diserang dengan tiba-tiba oleh orang kafir. Bunyi ayatnya adalah sebagai berikut:

بَلَى إِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا وَيَأْتُوكُمْ مِنْ فَوْرِهِمْ هَذَا يُمْدِدْكُمْ رَبُّكُمْ بِخَمْسَةِ آَلَافٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُسَوِّمِينَ

 [آل عمران/125]

  • Hadits dari Sunanul Baihaqi. Di sana disebut sabar dan kelembutan adalah dua hal yang bisa menjadi obat.

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ :« مَاذَا فِى الأَمَرَّيْنِ مِنَ الشِّفَاءِ الصَّبْرُ وَالثُّفَّاءُ »

Ada hadits dari Sunan al-Baihaqi lainnya. Dalam hadits tersebut Nabi menyebut sabar adalah cahaya.

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يَقُولُ :« الطُّهُورُ شَطْرُ الإِيمَانِ ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلأُ الْمِيزَانَ ، وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ تَمْلأُ مَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ ، وَالصَّوْمُ جُنَّةٌ ، وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ ، وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ ، وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ ، كُلُّ النَّاسِ يَغْدُو فَبَائِعٌ نَفْسَهُ فَمُعْتِقُهَا أَوْ مُوبِقُهَا

  • Hadits Ibnu Mas’ud yang menyebut bahwa sabar adalah bagian dari keimanan.

الصبر نصف الإيمان

  • Hadits dloif yang diriwayatkan oleh Imam Thobroni dari Aisyah. Dalam hadits tersebut sabar diumpamakan seperti lelaki yang sangat mulia.

وقال صلى الله عليه وسلم: ” لو كان الصبر رجلاً لكان كريماً والله يحب الصابرين

Kiranya dalil di atas sudah cukup untuk mewakili keutamaan sabar. Dan yang menjadi pertanyaan sekarang, apa yang bisa dilakukan untuk bisa sabar atau, setidaknya, bisa lebih sabar. Ini lah yang akan dibahas berikutnya.

Cara dan Contoh Sabar

Sebelum membahas itu, mungkin Anda perlu tahu pembagian sabar dari hal yang disabari. Sabar terbagi menjadi dua macam. Pertama, sabar yang sifatnya ada pada badan. ini seperti sabar mendapat penyakit tertentu. Kedua, sabar sifatnya ke arah pekerjaan. Ini seperti sabar beribadah. Dan dari dua pembagian ini, justru sabar yang kedua lah yang paling berat.

Apa alasan pembagian kedua justru yang paling berat? Sebab, sabar dalam hal ibadah adalah sabar untuk tidak bermaksiat, sabar mengekang hawa nafsu, sabar tidak bergosip serta semacamnya. Dan sabar yang sebenar-benarnya adalah sabar dalam hal ini.

Dari banyak hal itu, tentu ada penanganan khusus terkait upaya agar bisa sabar, sesuai dengan kesabaran dalam hal apa. Sabar untuk tidak bermaksiat misalnya, tips yang mungkin bisa dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Menakuti diri dengan dampak negatif yang timbul akibat maksiat tersebut.
  • Menakuti diri pada kemurkaan Allah jika sampai maksiat itu dilakukan.
  • Menjauhkan diri dari hal-hal yang bisa menjadi celah untuk bermaksiat.
  • Terus membaca bacaan dalam arti ristighfar dan memohon perlindungan kepada Allah.

Ini tentu berbeda dengan tips bersabar dari menahan hawa nafsu, lebih-lebih ada banyak macam hawa nafsu. Nafsu terus menggosip adalah bagian dari hawa nafsu. Tips di atas mungkin bisa digunakan, tetapi tidak benar-benar bisa fokus untuk menahan nafsu tidak bergosip. Terkait itu, tips yang mungkin bisa dilakukan adalah:

  • Melakukan aktivitas agar pikiran tidak terfokus pada gosip.
  • Menjauh dari komunitas atau orang-orang yang suka bergosip
  • Perenungan diri sendiri tentang tujuan hidup.
  • Melakukan revolusi diri dan sibuk meningkatkan kualitas diri.

Terlepas dari perbedaan tips sabar, secara garis besar, kesabaran dalam hal apapun bisa ditanamkan dalam diri. Caranya adalah dengan tiga langkah yang terdengar cukup mudah. Pertama, pengetahuan. Kedua dan ketiga masing-masing adalah sikap dan tindakan.

  • Pengetahuan memberi imbas penting terhadap apa yang akan terjadi, termasuk sikap. Dalam hal sabar, harus dibangun sejak dini pengetahuan tentang kesabaran, manfaat, dan keutamaannya. Lalu dibangun pula pengetahuan-pengetahuan lain untuk menciptakan cara pandang yang baik terhadap suatu masalah.
  • Munculnya sikap ini adalah dari pengetahuan yang baik. Pengetahuan yang membangun garis-garis, lalu sikap adalah bentuk sketsa yang muncul dari garis-garis tersebut.
  • Tindakan adalah buah dari sikap yang terbentuk. Tindakan juga merupakan bentuk luar dari sikap yang ada pada diri seseorang.

Maka jika diibaratkan, pengetahuan adalah pohon. Sikap adalah cabang, sedang tindakan adalah buah. Ketiganya menjadi kiat penting membangun kesabaran dalam menghadapi segala hal, termasuk masalah-masalah yang pelik. Ini sekaligus menjadi jawaban atas pertanyaan bagaimana cara membangun kesabaran dalam diri seseorang.

Sabar sendiri sebenarnya memiliki beberapa hukum sebagaimana pendapat Imam Ghozali. Sabar bisa menjadi wajib, bisa menjadi sunnah, bisa menjadi makruh, atau bahkan haram. Inilah yang perlu dipahami dan dimengerti.

  • Berlaku sabar untuk tidak melakukan hal-hal yang haram adalah wajib.
  • Berlaku sabar untuk tidak melakukan hal-hal yang memiliki hukum makruh, adalah sabar yang sunnah.
  • Sabar yang hukumnya makruh adalah sabar atas tindakan makruh yang dilakukan orang lain terhadap diri Anda, misalnya. Ini semacam sabar ketika orang lain bersikap kurang baik pada Anda.
  • Sabar yang memiliki hukum haram adalah sabar atas perilaku membahayakan orang lain terhadap Anda. Contoh nyata adalah ada orang yang memukuli Anda dengan pukulan yang membahayakan fisik Anda, dan Anda berlaku sabar atas itu. Contoh lain adalah, ketika ada orang lain berbuat buruk kepada istri Anda, dan Anda bersabar akan itu.

Kiranya ulasan tentang pengertian sabar, keutamaan, cara, dan contohnya menjadi cukup. Semoga ulasan ini membantu, bermanfaat, dan tidak mubadzir. Demikian, terima kasih. Salam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *