PONPES AL-HUDA: PROFIL PONPES BERBASIS LINGKUNGAN DI KEBUMEN

Oleh: Alfiyah Rosdiyana

(Santriwati dan Mahasiswa STAINU Kebumen)

huda

Pondok Pesantren (ponpes) merupakan sekolah Islam berasrama yang terdapat di Indonesia. Pendidikan di pesantren pada umumnya bertujuan untuk memperdalam pengetahuan tentang Al-Qur’an dan Sunnah Rasul, dengan mempelajari bahasa Arab dan kaidah-kaidah tata bahasa-bahasa Arab. Para pelajar ponpes biasa disebut sebagai santri. Para santri belajar di sekolah ini sekaligus tinggal di asrama yang disediakan oleh pesantren. Sejarah umum suatu pondok pesantren berawal dari adanya seorang kyai di suatu tempat, kemudian datang santri yang ingin belajar agama kepadanya. Setelah semakin hari semakin banyak santri yang datang, timbullah inisiatif untuk mendirikan pondok atau asrama di samping rumah kyai.

Pondok pesantren di Indonesia memiliki peran yang sangat besar, baik bagi kemajuan Islam itu sendiri maupun bagi bangsa Indonesia secara keseluruhan. Berdasarkan catatan yang ada, kegiatan pendidikan agama di Nusantara telah dimulai sejak tahun 1596. Kegiatan agama inilah yang kemudian dikenal dengan nama pondok pesantren.

Kebumen merupakan kota yang sebagian besar warganya memeluk agama Islam. Maka, tidak diragukan lagi bahwa pondok pesantren di daerah Kabupaten Kebumen banyak sekali. Hampir di setiap kecamatan terdapat pondok pesantren. Data Kemenag Kebumen menunjukkan pada tahun 2012, jumlah pondok pesantren di Kabupaten Kebumen berjumlah 167 lembaga, dengan 17.107 santri dan 1.177 ustadz. Salah satunya yaitu Pondok Pesantren Al-Huda. Pondok Pesantren Al-Huda didirikan sekitar tahun 1880. Pondok ini sekarang diasuh oleh Syaikhina Wamurobbiruhina Romo KH. Wahib Machfudz dan adiknya Romo KH. Yazid Machfudz. Pondok ini terletak di Jetis, Desa Kutosari, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen, Propinsi Jawa Tengah. Lokasinya sangat setrategis karena terletak di jantung kota Kebumen, pondok pesantren ini juga berdekatan dengan beberapa tempat pendidikan formal, seperti SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi, Masjid Agung dan pusat pemerintahan Kabupaten Kebumen.

Sebagai institusi non formal, Pondok Pesantren Al-Huda merupakan mitra pendidikan formal yang mendidik warga bangsa secara paripurna. Pendidikan merupakan tanggung jawab pemerintah, masyarakat dan orang tua. Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa pemerintah memiliki keterbatasan dalam menyelenggarakan pendidikan formal dan sekaligus mengisyaratkan kepada lembaga-lembaga masyarakat untuk menyelenggarakan pendidikan non formal. Berdasarkan pada suatu kenyataan bahwa pendidikan merupakan suatu pilar utama kemajuan suatu bangsa (dalam bidang moral dan intelektual). Pernyatan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan membutuhkan penanganan yang serius, terencana dan sistematis.

Selain mengutamakan pendidikan, Pondok Pesantren Al-Huda juga sangat memperhatikan lingkungan. Hal itu terbukti dengan tersedianya fasilitas yang lengkap. Al-Huda menyediakan 41 kamar santri yang terdiri dari 25 kamar putra dan 16 kamar putri, 48 kamar mandi terdiri dari 28 putra dan 20 putri, serta 3 kolam wudhu yaitu 2 untuk putra dan 1 untuk putri. Jika digabung dengan asrama maka jumlah kamar mencapai 100 kamar. Selain itu juga terdapat toilet/WC sebanyak 37, dimana 21 WC terdapat di pondok putra dan 16 WC di pondok putri. Di Al-Huda juga terdapat 1 sumber air dan 1 sumur untuk memenuhi kebutuhan air bersih, serta beberapa kantin dan koperasi sebagai penyedia makanan sehat bagi santri-santrinya. Melihat letak Pondok Pesantren Al-Huda yang memang berada ditengah-tengah Pusat kota kebumen, keindahan serta kenyamanan pesantren memang selalu menjadi tuntutan yang tidak mungkin diabaikan, karena tidak jarang pondok pesantren selalu kedatangan tamu-tamu besar yang datang dari berbagai daerah bahkan pejabat negara sekalipun sering berkunjung ke Pondok Pesantren AL-Huda. Maka dari itu kebersihan lingkungan menjadi hal utama yang diperhatikan oleh pesantren.

hud

Sebagai pondok pesantren yang peduli terhadap lingkungan, PP Al-Huda senantiasa mendidik para santrinya untuk menjaga lingkungan pondok. Tindakan nyata yang mereka lakukan yaitu dengan diadakannya roan (kerja bakti bersih-bersih) di setiap hari minggu. Roan wajib dilakukan oleh setiap santri. Apabila diketahui ada santri yang tidak mengikuti roan maka akan diberi sangsi atau hukuman. Roan dilakukan di pondok, sekolahan (SMP VIP, SMK Farmasi Al-Huda) serta di lingkungan masyarakat sekitar pondok. Selain itu juga dibentuk jadwal piket harian untuk masing-masing kamar dan kelas. Piket tersebut dilakukan 2 kali dalam sehari.

Fakta tersebut membuktikan betapa disiplinnya Ponpes Al-Huda dalam hal peduli lingkungan. Untuk mendorong kedisiplinan tersebut PP Al-Huda mengadakan lomba kebersihan kamar setiap akhirussanah dengan tujuan untuk menciptakan jiwa santri yang peduli lingkungan. Seperti yang dikatakan oleh salah satu santri Al-Huda, Alwi; “Dalam hal peduli lingkungan PP-Al-Huda memiliki program roan bersama seluruh santri setiap hari Minggu di pondok, sekolah dan masyarakat sekitar, juga mengadakan lomba kebersihan kamar setiap akhirussanah untuk menciptakan jiwa santri yang peduli lingkungan”. Melihat hal tersebut, nyatalah bahwa lingkungan sehat menjadi prioritas utama di pondok pesantren ini. Karena lingkungan merupakan suatu hal yang sangat urgen bagi kehidupan manusia pada umumnya. Dengan lingkungan yang sehat maka akan tercipta kehidupan yang baik.

Dibandingkan dengan pondok pesantren kebanyakan, PP Al-Huda mempunyai fasilitas yang sangat komplit dan kebersihan lingkungan yang selalu terjaga. Sering dijumpai di pesantren-pesantren lain tidak menyediakan tempat MCK yang bisa dibilang cukup. Apalagi di pesantren-pesantren yang lokasinya jauh dari kota. Kamar mandi hanya disediakan dalam bentuk kolam besar yang digunakan untuk mandi bersama santri-santri lainnya. Dilihat dari segi kesehatan hal itu kurang baik, karena dapat menimbulkan berbagai macam penyakit seperti penyakit kulit. Maka tidak heran jika para santri banyak yang terjangkit penyakit gudik, panu, dan sebagainya.

Menjaga kesehatan tubuh adalah hal yang sangat penting dan harus dilakukan oleh setiap orang. Kesehatan tubuh bisa diperoleh melalui konsumsi makanan bergizi ataupun berolahraga secara teratur. Maka, dalam hal makanan, PP Al-Huda juga sangat menjaga kebersihan baik itu dari bahan makanan sampai tempat yang digunakan untuk memasak. Tidak seperti di pesantren kebanyakan dimana para santri dalam menyantap makanan secara bergerombol dalam satu tempat (biasanya menggunakan tampah untuk tempat makanannya), dimakan secara bersama-sama. Tetapi di Al-Huda para santri menggunakan piring dan gelas sendiri-sendiri untuk makan. Para santri bisa memperoleh makanan bergizi setiap saat. Misalnya santri mendapat lauk ikan dan telur 2 hari dalam 1 minggu. Santri juga tidak memasak sendiri, Al-Huda mempunyai tim sendiri untuk memasak yang sering disebut dengan khodam. Di Al-Huda terdapat lebih dari 10 orang khodam yang terdiri dari putra dan putri.

Dari berbagai fakta di atas membuktikan bahwa betapa pentingnya lingkungan itu. Di pondok pesantren saja lingkungan menjadi prioritas utama, apalagi di luar pondok pesantren, di masyarakat lain di wilayah Kebumen. Kehidupan mereka tidak akan pernah lepas dari yang namanya lingkungan. Maka dari itu sebagai masyarakat yang membutukan lingkungan kita harus peduli terhadap lingkungan, memperhatikan dan menjaga keindahan serta kebersihan lingkungan. Karena lingkungan juga merupakan faktor penting bagi kesehatan tubuh. Lingkungan sehat adalah lingkungan yang bersih. Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan. Sebagai contoh, lingkungan rumah. Lingkungan sehat berawal dari rumah sendiri, dimana kita hidup di dalamnya setiap hari. Seperti halnya para santri di PP Al-Huda, mereka menganggap Al-Huda sebagai rumah mereka sendiri.

Menciptakan lingkungan sehat tidaklah sulit dilakukan dan bisa dimulai dari hal-hal kecil yang kadang sering dilupakan oleh banyak orang, misalnya membuang sampah sekecil apapun pada tempatnya. Dengan demikian akan mendorong kita untuk melakukan hal lain yang lebih besar manfaatnya bagi lingkungan. Seperti yang telah tercermin dari kehidupan di Pondok Pesantren Al-Huda. Al-Huda menjadi contoh atau cerminan pesantren berbasis lingkungan di Kebumen.

 

Tags: , , , ,