Pentingnya Eco-Pesantren bagi Pondok Pesantren Nurul Hidayah

Oleh: Hanifah Ganda Utami

(Mahasiswa STAINU Kebumen)

pondok

Pondok Pesantren Islam Salafiyah Nurul Hidayah terletak di Desa Bandung. Desa Bandung meskipun terletak agak jauh dari pusat kota Kebumen namun cukup dikenal oleh masyarakat kota Kebumen. Hal ini disebabkan karena desa ini merupakan tempat pembuatan peci yang cukup terkenal di Kebumen. Letaknya kurang lebih 16 km dari pusat kota Kebumen dan dapat ditempuh menggunakan sepeda motor kira-kira 20 menit.  Selain terdapat Pondok Pesantren Islam Salafiyah Nurul Hidayah juga terdapat SD 1 Bandung, tak jauh dari Balai Desa Bandung dan pasar Sruni.

Pondok Pesantren Nurul Hidayah berada di daerah yang cukup strategis. Jarak dari Pondok Pesantren Nurul Hidayah menuju desa Bandung tidak terlalu jauh karena hanya berjarak sekitar 1,5 km dengan Balai desa Bandung. Untuk menuju ke Kecamatan Kebumen harus menempuh jarak sekitar 14 km ke arah barat. tepatnya Pondok Pesantren Nurul Hidayah berada di RT 2 RW IV Desa Bandung Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Keberadaan Pondok Pesantren Nurul Hidayah yang berada di desa Bandung memberikan keuntungan bagi para santri. Ditinjau dari segi keamanan lingkungan pondok pesantren Nurul Hidayah sangat aman karena perbatasan sudah ditutup dengan pagar tembok secara permanen. Mereka dapat berkonsentrasi belajar dan beribadah dengan khusu’ untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT tanpa kebisingan dan keramaian kegiatan ekonomi. Akan tetapi, mereka tetap dapat bersosialisasi dan bertemu dengan warga sekitar pondok yang memang letaknya berada dekat dengan pemukiman warga desa Bandung.

Pondok Pesantren Nurul Hidayah saat ini diasuh oleh K.H. Khaulawi Mahasin serta telah banyak mengalami perkembangan. Baik di bidang sarana fisik maupun sistem belajar-mengajarnya. Sampai saat ini, jumlah pengajar di ponpes ini sebanyak 38 orang dan jumlah santrinya 212 orang, yang terdiri dari  72 santri putra dan 140 santri putri. Dalam perkembangannya, pondok pesantren ini mendapatkan Nomer Statistik Pondok Pesantren (NSPP) 500033050055 dari Kementerian Agama Kabupaten Kebumen. Pola dan sistem pendidikan yang digunakannya menitikberatkan pada kegiatan di Madrasah Diniyah serta kepesantrenan salafiyah (nonformal) dan Madrasah Aliyah (formal).

Fasilitas Pondok Pesantren Nurul Hidayah yang ada saat ini antara lain mempunyai dua asrama putra, yang masing-masing mempunyai 3 kamar. Dan asrama putri satu lokal dengan 5 buah kamar, dilengkapi dengan kamar mandi serta WC putra dan putri. Sarana lainnya adalah masjid, perpustakaan, koperasi santri, aula, dan lain-lain. Kepada para santri diberikan beberapa kegiatan tambahan yang sifatnya pengembangan bakat dan minat santri, seperti Khitobah (latihan pidato), Barzanji, Kursus Bahasa Arab dan Inggris, Seni Kaligrafi serta Seni Baca Al-Qur’an.

Perkembangan akhir-akhir ini menunjukkan bahwa beberapa pesantren ada yang tetap berjalan meneruskan segala tradisi yang diwarisi secara turun-temurun tanpa perubahan dan improvisasi yang berarti kecuali sekedar bertahan. Namun ada juga pesantren yang mencoba mencari jalan sendiri dengan harapan mendapatkan hasil yang lebih baik dalam waktu yang singkat. Pesantren semacam ini adalah pesantren yang menyusun kurikulum berdasarkan pemikiran akan kebutuhan santri dan masyarakat sekitarnya. Itupun merupakan sebuah bukti konkret di dalam pesantren itu sendiri bahwa mengalami perkembangan dan pertumbuhan. Karena pesantren tak akan pernah mengalami statis selama dari tiap unsur-unsur pesantren tersebut bisa menyikapi dan merespon secara baik.

Beberapa bulan yang lalu Kanwil Kemenag bekerjasama dengan Badan Lingkungan Hidup Propinsi Jateng menyelenggarakan pelatihan penanganan limbah cair, penanganan sampah mandiri, dan sebagainya. Sejak itu pula dilakukan evaluasi ponpes yang berwawasan lingkungan. Pada saat itu, dilakukan penilaian. Bagi ponpes yang berhasil mewakili kabupaten/kota di Jateng untuk mengikuti penilaian di tingkat propinsi mendapat dana dari Pemda Kabupaten/kota maupun Kanwil Kemenag Propinsi Jateng.

Rencananya ponpes berwawasan lingkungan ini akan dikembangkan ke seluruh Indonesia. Hal ini dikarenakan dulu kalau kita ke Ponpes, ada yang berbau tidak sedap, kotor, banyak baju yang digantungkan dan banyak santri yang menderita penyakit gatal-gatal ataupun penyakit kulit lainnya, tetapi sekarang jarang dan bahkan tidak ada santri yang berpenyakit kulit. Akan tetapi, sampai saat ini di kota Kebumen masih banyak ponpes yang kurang memperhatikan kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Pengaruh globalisasi juga melanda pondok pesantren yang merupakan lembaga pendidikan tertua di Indonesia. Namun demikian, pondok pesantren terus berupaya mengikuti dan mengimbangi irama dan alur perkembangan globalisasi. Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan islam untuk mempelajari, memahami, mendalami, menghayati dan mengamalkan ajaran agama Islam dengan menekankan penting moral keagamaan sebagai perilaku sehari-hari.

Melihat perkembangan dunia yang begitu cepat, bagi banyak kalangan telah memunculkan banyak respon yang beragam. Tidak terkecuali bagi umat islam, perubahan-perubahan yang terus muncul belakangan ini di dalamnya menyentuh hampir seluruh aspek kehidupan manusia, aspek ekonomi hingga aspek nilai-nilai moral. Selain masalah globalisasi, masalah lain yang muncul adalah masalah perubahan iklim. Perubahan iklim membuat pemerintah serta masyarakat untuk mencari solusi bagaimana caranya agar lingkungan tetap terjaga. Karena Islam mengajarkan agar kita tidak merusak lingkungan hidup.

 Berdasarkan data Kemenag kabupaten Kebumen, terdapat 170 pondok pesantren akan tetapi masih banyak yang menggunakan kurikulum yang bersifat tradisional. Hanya beberapa saja yang sudah menerapkan sistem pesantren khalafi, sehingga untuk menghadapi tantangan zaman yang terus berkembang diperlukan adanya pembaharuan-pembaharuan yang dapat meningkatkan kualitas SDM, baik secara imtaq maupun ipteknya.

daa

Masyarakat Kebumen yang mayoritas muslim ini melalui kesederhanaan yang nampak pada kehidupan mereka menjadikan pondok pesantren dapat berkembang di sana dan diterima karena pondok pesantren sendiri memiliki sifat kesederhanaan sehingga dapat selaras dengan kehidupan mereka. Keinginan untuk memberikan pemberdayaan pada masyarakat di sekitar pesantren, untuk sekarang ini dapat ditunjukkan dengan masyarakat ikut serta dalam pengajian-pengajian atau tausiyah yang diadakan di pesantren. Hal tersebut juga menunjukkan bahwa minat masyarakat sangat tinggi dalam memperoleh ilmu agama islam dalam kehidupan mereka, seperti halnya yang dilakukan oleh ponpes Nurul Hidayah.

Untuk itu dibutuhkan adanya pondok pesantren modern berwawasan lingkungan di Kebumen sehingga dengan adanya sebuah fasilitas dalam bentuk lembaga pendidikan agama ini sangat berguna untuk mencetak manusia yang mampu menghadapi tantangan zaman melalui pembentukan nilai untuk menjadi pemimpin yang berintelektual, penguasaan teknologi dan bahasa asing dan yang terpenting adalah berpegang teguh pada akhlaqul karimah serta berwawasan lingkungan.

Pondok pesantren berwawasan lingkungan yang diharapkan ini kurikulum yang dipakai adalah perpaduan antara Kemenag, Kemendiknas, dan pesantren itu sendiri dan ditambah dengan pengetahuan mengenai lingkungan hidup. Kurikulum yang ada akan dikembangkan menjadi sebuah pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan sehingga para santri nantinya akan lebih memahami tentang pentingnya menjaga lingkungan sesuai dengan ajaran dan tuntunan agama Islam.

Dengan tersedianya fasilitas pendidikan tersebut maka diharapkan nantinya akan menghasilkan penerus bangsa yang mandiri, berkualitas, mampu berkompetisi, menjunjung tinggi agama serta peduli terhadap lingkungan. Keunggulan pada pondok pesantren modern berwawasan lingkungan adalah pembelajaran mengenai lingkungan hidup (sesuai dengan program eco-pesantren yang akan diterapkan). Salah satunya adalah, pengolahan sampah yang dapat didaur ulang ataupun dijadikan kompos sebagai pupuk yang melibatkan masyarakat sekitar, sehingga adanya kerjasama yang diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat sekitar pondok pesantren itu sendiri.

Pondok Pesantren memiliki peran yang sangat penting dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, hal ini dapat dilihat dari beberapa hal yang melatarbelakanginya, seperti:

  1. Pondok Pesantren merupakan lembaga pendidikan islam tertua di Indonesia sehingga keberadaanya sangat penting dan berpengaruh dalam masyarakat.
  2. Pondok Pesantren  adalah lembaga pendidikan generasi muda yang menggabungkan etika, moral dan agama sehingga berperan dalam mencetak generasi muda yang berakhlak mulia sehingga jika kelak menjadi pejabat pemerintah atau pejabat politik diharapkan akan memberikan nuansa-nuansa lingkungan yang membawa ketentraman dan kesejahteraan bagi rakyatnya secara berkelanjutan, tanpa mengurangi hak generasi yang akan datang.
  3. Pondok Pesantren lembaga pendidikan yang sangat berperan dalam pengkajian, pengajaran dan dakwah, dengan demikian diharapkan dalam berbagai aktivitasnya dan dakwahnya dapat mengajak masyarakat untuk berperilaku ramah lingkungan dan memperlakukan lingkungan sesuai dengan tuntunan Al’Qur’an dan Hadits.

Setelah dilakukan pengamatan di Pondok Pesantren Nurul Hidayah bahwa setiap hari pesantren tersebut kuarng lebih menghasilkan sampah makanan hingga 8 kg. Belum lagi limbah cair yang dihasilkan dari pembuatan tempe yang ada di ponpes, yang merupakan kegiatan usaha santri untuk menambah penghasilan bagi mereka. Sampai saat ini, belum ada pemanfaatan sampah makanan di pesantren tersebut, sampah makanan tersebut hanya dibuang dan terkadang menimbulkan bau busuk yang mencemari lingkungan sekitar. Dengan pengelolaan yang baik dan benar sampah akan menjadi sesuatu yang memberikan banyak manfaat baik secara materi maupun untuk lingkungan. Misalnya, limbah dari pembuatan tempe dapat digunakan untuk makanan hewan ternak dan pembuatan pupuk organik.

Pesantren Nurul Hidayah dapat melakukan aksi nyata dalam  program eco-pesantren seperti pengelolalan sampah baik organik maupun anorganik, air bersih, sanitasi dan MCK, pemanfaatan air hujan dan air bekas pakai melalui teknologi sumur resapan serta pemanfaatan lahan untuk kegiatan pertanian organik, yang dapat dijadikan percontohan dan pembelajaran bagi masyarakat sekitarnya.

Secara umum permasalahan lingkungan yang dihadapi oleh ponpes Nurul Hidayah adalah:

1)                 pengelolaan air, baik air bersih, air limbah, maupun air hujan;

2)                 pengelolaan sampah, baik organik maupun anorganik;

3)                 kurangnya SDM pengelola lingkungan.

Nah, maka dari itu perlu pengeloalaan dan perbaikan-perbaikan antara lain:

  1. Penyempurnaan instalasi dan pengolahan air bersih;
  2. Pembuatan instalasi dan pengolahan air limbah dan sumur resapan (air hujan);
  3. Penyediaan fasilitas pengelolaan sampah;
  4. penyediaan SDM/kelembagaan pengelola lingkungan di kawasan ponpes Nurul Hidayah.

Dengan melihat kondisi yang dihadapi oleh ponpes Nurul Hidayah, saya berinisiatif supaya ponpes Nurul Hidayah ikut melaksanakan program eco-pesantren dengan memanfaatkan sampah sisa makanan melalui budidaya ikan gurami sehingga  perlu disusun rencana untuk pembuatan kolam ikan gurami untuk merealisasikan gagasan tersebut. Lokasi yang diambil adalah memanfaatkan lahan terbatas di lingkungan pondok pesantren yang dapat dimanfaatkan untuk pembuatan kolam ikan.

Ikan gurami merupakan salah satu jenis ikan yang cocok dipelihara di kolam air diam. Oleh masyarakat ikan gurami biasa dimanfaatkan untuk berbagai olahan misalnya gurami goreng, gurami panggang atau gurami bakar. Ikan ini memang sangat mudah dibudidayakan serta bermanfaat dan daya jualnya tinggi sehingga patut untuk dibuat peluang untuk usaha dan pengelolaan lingkungan.

Budidaya ikan gurami sudah lama dikenal banyak orang, namun terkadang untuk melaksanakannya perlu modal yang besar dan lahan yang cukup luas, sehingga seseorang harus berpikir dua kali untuk melakukan usaha budidaya ikan gurami. Sebenarnya ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melakukan budidaya ikan gurami yang praktis dan ekonomis dengan menggunakan modal yang terbatas serta lahan yang tidak begitu luas. Salah satunya dengan menggunakan media terpal. Dengan kegiatan tersebut, diharapkan penghuni ponpes dan warga sekitar desa Bandung dapat mengurangi permasalahan sampah makanan yang mengganggu lingkungan sekitar serta meningkatkan kebersihan dan kesehatan lingkungan.


 

 

Tags: ,